Arti Sukses Sebenarnya – Panggilan Tertinggi Manusia

Arti Sukses Sebenarnya

Kita seringkali mendengar istilah “sukses”. Bahkan begitu banyak seminar yang mengajar bagaimana caranya menjadi sukses.

Apa sih sebenarnya sukses itu? Setelah bergumul cukup lama, akhirnya saya menyimpulkan bahwa sukses itu adalah ketika seseorang mencapai destinasi (tujuan hidup) yang sudah ditentukan baginya. Saya sebut itu panggilan tertinggi manusia (the Highest Calling). Simak video berikut Salah Tujuan – IPad.

Kej 1:26a tertulis Berfirmanlah Allah: Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita. Ketika manusia diciptakan serupa dan segambar, artinya seluruh hakikat dan kepribadian Allah (kasih, inovatif, kreatif, sabar, lemah lembut, dll) ada juga pada kita.

Wah luar biasa. Namun apa yang terjadi? Ketika manusia pertama yaitu Adam dan Hawa jatuh kedalam dosa, itulah awal mula rusaknya gambar dan jati diri manusia. Bukan lagi kasih, inovatif, sabar, lemah lembut yang kita miliki, namun justru kebalikan dari hal-hal tersebut.

Kita diciptakan lebih tinggi derajatnya daripada malaikat (termasuk setan yang dulu adalah mantan malaikat). Allah menciptakan kita serupa dan segambar Allah karena kasihNya pada manusia.

Hubungan dan komunikasi langsung antara Allah dan manusia pada waktu itu bukan sesuatu hal yang aneh dan jarang, tapi adalah suatu hubungan yang umum dan sehari-hari berlangsung. Persekutuan dan Keintiman Hubungan menjadi poin penting disini.

Sangat mudah bagi Allah untuk memusnahkan manusia pertama yang sudah jatuh dalam dosa dan menjadi milik iblis, lalu menggantinya dengan ciptaan yang baru.

Namun pertanyaannya adalah mengapa Allah tidak melakukan hal tersebut? Karena Allah sangat mengasihi manusia.

Ingatkah Saudara kejadian Yesus dicobai oleh iblis? Mat 4:8-9
Jika mau, Yesus tidak perlu menderita dan pikul salib, cukup dengan menyembah iblis, maka dunia dengan segala kekayaannya (termasuk manusia) akan dikembalikan pada Yesus. Wow.. Tawaran yang menarik bukan?

Tapi Yesus tidak melakukan itu. Hanya satu yang layak disembah di muka bumi ini, yaitu sang Pencipta itu sendiri.

Sekarang Anda tahu berapa harga yang harus dibayar untuk menebus Anda dan saya dari perbudakan iblis? Dan demi apa Allah melakukan semuanya itu sampai harus menderita dan mati di atas kayu Salib? Demi kembalinya sebuah Persekutuan dan Keintiman Hubungan!